Banyak orang yang mulai merintis bisnis secara online, tapi kemudian mundur secara teratur karena mengalami kegagalan “Nyaris tak ada penjualan. Pengunjung website saya sepi-sepi saja. Cyape dehhhhhh.”

Menurut sebuah survey, penetrasi penggunaan internet di Indonesia memang baru mencapai 2 persen. Jadi dari 200 juta penduduk Indonesia, baru 4 juta orang yang mengakses internet.

Sebuah data yang sangat jauh dari fantastis, dan ini membuat banyak orang semakin yakin untuk meninggalkan bisnis online.

Tapi satu hal yang perlu kita sadari, internet adalah sebuah dunia yang perkembangannya sangat cepat. Pertumbuhan pengguna internet terus berkembang dari tahun ke tahun. Jadi walau pengguna internet hingga hari ini masih sedikit, Insya Allah prospek ke depannya sangat cerah. Karena itu, kita harus tetap optimis terhadap peluang bisnis secara online.

“Tapi kenapa banyak orang yang masih gagal berbisnis online?”

Sebenarnya, kesalahan bukan terletak pada dunia online-nya. Toh, banyak juga pebisnis yang membuktikan bahwa mereka bisa sukses dari bisnis online. Oke, agar Anda tidak penasaran, berikut saya beberkan beberapa kiat sukses dalam berbisnis online 5 Kiat Sukses Berbisnis Online

1. Kepercayaan SANGAT Penting

Ya, betul! Dalam bisnis apapun, kepercayaan memang penting. Tapi khusus di dunia online, poin ini sangat amat penting banget sekali.

Internet adalah dunia yang sangat rawan terhadap penipuan. Semua orang bisa menyamar jadi siapa saja. Bahkan bermain-main tanpa identitas pun sangat gampang dilakukan.

Ada sebuah rumus penting di bisnis online: Barang hanya boleh dikirim bila si pembeli sudah mentransfer pembayaran.

Jadi bila Anda membeli buku dari internet, barangnya baru akan dikirim setelah si penjual menerima transfer pembayaran dari Anda. Bila melanggar rumus ini, yakinlah bahwa kebangkrutan bisnis online Anda hanya menunggu waktu.

Karena barang baru boleh dikirim setelah uangnya diterima si penjual, maka ini adalah kondisi yang sangat rawan bagi si pembeli. Bayangkan bila mereka sudah mentransfer pembayaran, tapi barang tak kunjung tiba.
Dalam konteks inilah unsur kepercayaan menempati posisi yang sangat signifikan. Ketika si pembeli sudah berani mentransfer dana, ini artinya dia sudah menaruh kepercayaan yang sangat tinggi kepada si penjual.

Pertanyaannya sekarang: Bagaimana cara membangun kepercayaan di dunia maya?
Pertama, tunjukkan identitas Anda secara jelas. Jangan menjadi anonim di dunia maya, karena ini akan membuat pengunjung situs Anda jadi curiga.

Cantumkan dengan jelas nama asli dan alamat Anda, juga nomor telepon yang bisa dihubungi. Akan lebih baik pula bila Anda menyediakan fasilitas chatting, atau setidaknya tampilkan ID Yahoo! Messenger Anda. Bila si pengunjung berhasil bicara langsung dengan Anda via telepon atau chatting, pada saat itulah kepercayaan mereka terhadap Anda mulai tumbuh.

Kedua, jadilah orang gaul di dunia maya. Aktiflah berdiskusi di mailing list (milis), bergabunglah di komunitas blog. Ikuti acara-acara kopi darat (kopdar) yang diadakan oleh komunitas dunia maya. Dengan cara ini, sosok Anda akan makin dikenal, dan kepercayaan publik berhasil Anda dapatkan.

2. Jadilah “Sinterklas”

Dengan kata lain, Anda harus rajin MEMBERI.

Sadarilah kawan, pada dasarnya hampir semua orang tidak suka melihat iklan. Apalagi bila situs Anda masih baru, Anda belum dikenal oleh siapapun di dunia maya, dan website Anda hanya berisi iklan dan katalog produk, maka ini adalah kondisi yang sangat buruk. Jarak Anda dengan kegagalan sangat amat dekat banget sekali.

Coba posisikan diri Anda sebagai pengunjung website, bukan sebagai si pemiliknya. Situs apa yang paling Anda sukai? Pasti, yang paling Anda sukai adalah situs yang isinya menarik dan bermanfaat bagi Anda, bukan?
Simak pula situs-situs yang paling sukses; Google.com, Yahoo.com, Detik.com, Facebook.com

Apa penyebab kesuksesan mereka? Tak lain dan tak bukan karena konsep utama dari website mereka adalah MEMBERI. Mereka memberikan hal-hal yang diinginkan dan diminati oleh para pengunjung. Dengan jalan inilah banyak netter yang akhirnya jatuh cinta pada mereka.

Karena itu, penuhilah website Anda dengan hal-hal yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung.

3. Tampilkan Testimoni dari Konsumen

Kiat, jenis dan teknologi dalam berpromosi boleh terus berkembang dan semakin canggih. Tapi survei membuktikan (baca: http://bjoconsulting.blogs.com/bjo/2007/10/apa-kata-konsum.html) bahwa jenis promosi yang paling efektif ternyata adalah yang paling primitif dan paling tua usianya: PROMOSI DARI MULUT KE MULUT.

Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menampilkan testimoni (kesaksian atau komentar) dari para konsumen yang telah menikmati produk atau jasa Anda. Mintalah mereka menuliskan satu atau dua baris komentar. Tampilkan foto dan alamat blog pribadi mereka bila perlu. Ini untuk meyakinkan pengunjung bahwa mereka benar-benar ada, bukan manusia fiktif dengan komentar yang juga fiktif, yang sengaja dipajang untuk mengelabui calon konsumen.

4. Gunakan “Ilmu Pelet”

Tentu saja, saya tidak akan menyarankan Anda untuk pergi ke dukun. Tapi begini penjelasannya

Pengunjung yang banyak saja ternyata tidak cukup. Nukman Luthfie, seorang pakar internet marketing, pernah mengatakan bahwa 70 persen dari pengunjung website hanya mengakses situs Anda selama beberapa menit. Setelah itu, mereka pergi dan tak pernah datang lagi.

Dari segi bisnis, Anda sama sekali tidak membutuhkan pengunjung “golongan 70 persen” ini. Mereka tak ubahnya seperti pengunjung yang membanjiri mal hanya untuk window shopping atau mejeng sambil ngelaba dan mencari gebetan baru.

Mereka tidak membeli apapun. Karena itu, pengunjung yang banyak saja tidak cukup. Langkah selanjutnya setelah Anda berhasil menggiring banyak orang untuk mengakses situs Anda adalah mengupayakan agar mereka mau berlama-lama di sana. “Peletlah” sehingga mereka jatuh cinta pada website Anda, “kecanduan” untuk datang lagi dan datang lagi.

5. Bangunlah Sistem Afiliasi

Apa sih, afiliasi itu?

Istilah kerennya sih “affiliate marketing”. Ini sebenarnya SAMA dengan istilah “makelar” atau “peragenan” di dunia offline. Intinya, “Saya bantu menjualkan produk/jasa Anda, lalu saya mendapat komisi dari Anda bila saya berhasil melakukan penjualan.” Bedanya, affiliate marketing adalah peragenan atau makelar di dunia online.

Bagi penjual, affiliate marketing bisa menjadi sarana beriklan yang efektif dan tanpa biaya, karena banyak orang yang berebutan untuk mengiklankan produk/jasa Anda.

Anda bisa membangun sistem afiliasi (biasa juga disebut reseller) yang manual, tapi ini tentu saja cukup merepotkan. Karena itu, Anda bisa mempertimbangkan sistem afiliasi yang bersifat otomatis.

By admin

Please Login to Comment.